Alesis Micron Analog Modeling Synthesizer

     The virtually limitless sonic palette. The micron is an eight-voice analog-modeling synthesizer. Despite its small size, you'll be impressed with the micron's big sound. Whether you use a synth to accompany you on stage or in the studio, and whether you prefer to work with the hundreds of preset Alesis sounds or create your own, the micron is the perfect companion. The micron also contains a powerful sequencing section with phrase, step, and drum sequencing, an arpeggiator, and stereo effects.

- Synthesis

     The micron has two multi-mode filters, three envelope generators, and two LFOs: the full spectrum of synthesis components for shaping and creating sonorities and textures. For stage and studio-ready quality, the microne has 24-bit audio outputs and inputs via balanced connections.
     Each of the micron’s voices contains two filters, and each filter can be one of the following different types, each with its own character and sonic flavor: Bypass, Low Pass: ob 2-pole, tb 3-pole, mg 4-pole, rp 4-pole, jp 4-pole, al 8-pole; Band Pass: ob 2-pole, al 6-pole, octave dual, band limit; High Pass: ob 2-pole, op 4-pole; three Vocal Formants, four Comb Filters, Phase Warp, Frequency, Resonance, Key Tracking, Envelope Amount, Offset, and Absolute.
     Each of the micron’s voices contains two LFOs, each of which offers rate, depth, shape, and tempo sync; and three envelopes: Amp Envelope, Filter Envelope, and Pitch/Modulation Envelope.

Micron Angle

Micron Top Control

Micron Rear Panel

BASIC MENGGUNAKAN SOFT SYNTHS, VIRTUAL INSTRUMENTS DENGAN MIDI CONTROLLER

     Mungkin banyak yang masih bingung gimana caranya supaya bisa menggunakan software musik di komputer dengan midi controller. Skema : Controller-usb cable (biasanya menggunakan kabel usb 2.0 yang biasa dipakai printer) komputer dengan DAW (digital audio workstation) seperti nuendo, reason, fl studio. Biasanya controller memiliki installer yang bisa di download atau dari paket cd waktu pembelian, misalnya yang saya pakai M-Audio Oxygen , saya download langsung dari websitenya supaya dapet latest update software/drivernya.
     Nah kalo itu udah terinstall tinggal step berikutnya, yaitu bagaimana controller bisa dipakai dalam sebuah software DAW. Saya jelasin dari yang paling simple yaitu DAW nuendo/cubase. Kalo di nuendo/cubase versi apapun, biasanya controller dengan sendirinya kedetect, gausah pake disetting2 lagi.

     Caranya : buka nuendo ---> klik file ---> newproject ---> empty/default tergantung pemakaian ---> pilih folder untuk project ---> klik ok---> window project sudah terbuka ---> tekan f11 pilih vst yang mau dipakai, misalnya EZ Drummer (software untuk drum machine) ---> Vst sudah aktif skrg tinggal klik kanan pilih add midi track ---> pindahkan kursor ke track midi yang baru aja dibuat ---> di sebelah kiri ada kotak pilihan MIDI, midi insert, midi fader, note pad dan quick controls yang memanjang kebawah ---> pilih yang paling atas yaitu MIDI 01 (kalo lo baru buat satu track midi tulisannya akan begitu) ---> ubah input dan output dibawah, biasanya disitu normalnya di input : All midi inputs dan di output : GM Device ---> Input dirubah ke controller misalnya kalo punya saya oxygen 61 dan output dirubah ke EZ DRUMMER (klao pilihan vstnya ini jadi tergantung vst). Kalo tahap2nya sudah benar pasti controller akan terintegrasi dengan vst karena sudah dipilih input dan outputnya. Disini kita juga bisa menambah track midi sesuai kebutuhan tapi dengan satu controller dan output vst yang berbeda.

SOFT-SYNTH ALTERNATIF UTAMA PENGGANTI KEYBOARD SYNTHESIZER

     Perkembangan teknologi komputer yang sangat cepat memberi dampak positif dalam segala bidang termasuk dalam bidang musik. Salah satunya adalah trend penggunaan software untuk mensimulasi keyboard synthesizer yang pernah ada atau bahkan menciptakan synthesizer yang belum pernah ada sebelumnya. Trend ini populer dengan sebutan 'soft-synth'. Soft-synth adalah singkatan dari software synthesizer yaitu synthesizer dalam bentuk software sehingga Anda seperti mempunyai keyboard atau sound module baru tanpa harus membeli keyboard synthesizer versi hardware. Istilah 'Virtual Instrument' juga sering digunakan untuk menyebut teknologi Soft-synth ini. 
     Saat ini soft-synth pada umumnya mensimulasi keyboard-keyboard kuno yang mempunyai karakter khusus atau keyboard-keyboard yang sangat terkenal pada jamannya, istilahnya 'vintage keyboard'. Contohnya : Prophet, Moog, PPG, Hammond B3, Yamaha DX7, Rhodes Electric Piano dsb termasuk juga Piano akustik. Pada saat pertama muncul, soft-synth ini belum dijadikan alternatif utama karena komputer belum cukup canggih. Saat ini komputer sudah sangat 'powerful' yang memungkinkan penggunaan soft-synth ini secara fleksibel.